Situasi Gaza: Pengungsi dan Ancaman Kelaparan
Sejak konflik Israel-Hamas kembali meledak pada Oktober 2023, lebih dari 50.000 warga Palestina tewas dan 115.000 luka-luka. Israel juga memaksa evakuasi massal di daerah seperti Shujayea, membuat ribuan keluarga mengungsi tanpa tahu tujuan pasti. Krisis ini diperburuk oleh blokade bantuan, yang mengakibatkan kelangkaan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Kebijakan Trump dan Ancaman Baru bagi Gaza
Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS pada Januari 2025 mengkhawatirkan masa depan Gaza. Trump dikenal mendukung Israel secara penuh, termasuk rencana kontroversialnya mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah.” Rencana ini dianggap mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina dan bisa memperkuat pendudukan Israel.
Gaza Butuh Dukungan Nyata dari Negara Islam dan Liga Arab
Di tengah krisis ini, Gaza memerlukan dukungan segera dari negara-negara Islam dan Liga Arab, baik secara diplomatis, finansial, maupun spiritual. Beberapa langkah kritis yang perlu diperkuat:
1. Bantuan Dana untuk Rekonstruksi
Liga Arab telah menyetujui rencana rekonstruksi senilai USD53 miliar untuk membangun kembali infrastruktur Gaza yang hancur. Dana ini diharapkan bisa mencegah pengungsian massal warga Palestina dari tanah mereka.
2. Dukungan Diplomatis di Forum Global
Negara-negara Arab harus terus menekan Israel di PBB dan forum internasional lainnya, menolak kebijakan sepihak AS-Israel. Liga Arab juga perlu memperkuat kolaborasi dengan negara lain untuk mendorong gencatan senjata.
3. Solidaritas Melalui Doa dan Kampanye
Selain bantuan materi, dukungan moral seperti doa dan kampanye kesadaran global sangat penting. Masyarakat internasional, terutama umat Muslim, diharapkan terus menyuarakan keadilan untuk Palestina.
Respons Internasional yang Lamban
Meski Dewan Keamanan PBB telah mendesak gencatan senjata, serangan Israel belum berhenti. Blokade bantuan kemanusiaan juga masih berlangsung, membuat organisasi seperti UNICEF kesulitan menjangkau korban.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Masa depan Gaza bergantung pada tindakan nyata dunia. Negara-negara Islam dan Liga Arab harus bersatu:
- Menekan AS dan Israel melalui sanksi ekonomi atau politik.
- Memastikan bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan.
- Mendanai pembangunan rumah, sekolah, dan rumah sakit di Gaza.
- Menggalang dukungan publik global melalui media dan diplomasi.
Penutup
Tanpa intervensi mendesak, penderitaan warga Gaza akan terus berlanjut. Dukungan finansial, tekanan diplomatis, dan solidaritas global adalah kunci untuk menghentikan krisis ini. Masyarakat internasional tidak boleh diam—setiap bantuan, sekecil apa pun, bisa menyelamatkan nyawa dan masa depan Palestina.
Sumber: KTT Darurat Liga Arab, laporan UNICEF, dan analisis kebijakan global