Jumat, 20 Maret 2026

Perbedaan dalam Islam: Rahmat yang Menyatukan


Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti, namun tak jarang kita menyaksikan fenomena “lebaran duluan” di tengah masyarakat. Tahun ini, misalnya, Ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal lebih awal dibandingkan pemerintah. Sebagian umat pun memilih untuk berlebaran duluan bersama Muhammadiyah, termasuk kami.  

Apakah perbedaan ini harus dipandang sebagai masalah? Tidak. Islam sendiri mengajarkan bahwa perbedaan adalah bagian dari rahmat Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan:  

"Dan seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu. Tetapi mereka senantiasa berselisih, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu."  
(QS. Hud: 118-119)  

Perbedaan dalam penentuan hari raya bukanlah pertentangan, melainkan ruang untuk saling menghormati. Rasulullah ﷺ pun bersabda:  
"Puasa itu pada hari kalian berpuasa, Idul Fitri itu pada hari kalian beridul fitri, dan Idul Adha itu pada hari kalian beridul adha." (HR. Tirmidzi, no. 697)  

Dengan dalil ini, jelas bahwa kebersamaan umat dalam menjalankan ibadah adalah yang utama, meski cara penentuan waktunya berbeda.  

Kami memilih untuk ikut berlebaran duluan bersama Muhammadiyah, bukan karena ingin berbeda, melainkan karena ingin konsisten dengan keyakinan yang kami ikuti. Namun, di atas semua itu, ukhuwah Islamiyah tetap menjadi prioritas. Lebaran adalah momentum silaturahmi, bukan pemisah.  

Semoga perbedaan ini justru memperkaya keberagaman umat, mengajarkan kita untuk lebih bijak, dan menumbuhkan rasa saling menghormati. Karena pada akhirnya, Idul Fitri adalah tentang kembali kepada fitrah, bukan sekadar tanggal di kalender. 🌙✨