Rabu, 26 Agustus 2026

Psikologi Individual Alfred Adler: Dari Inferioritas ke Makna Sosial

Alfred Adler melihat manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berjuang mengatasi rasa keterbatasan dirinya. Sejak lahir, kita membawa perasaan inferioritas yang mendorong untuk berkembang, mencari cara agar lebih mampu, lebih berarti, dan lebih terhubung dengan orang lain. Dari sinilah muncul gagasan kompensasi—usaha menutupi kelemahan dengan kekuatan baru—yang bisa sehat bila diarahkan pada prestasi, atau berlebihan bila berubah menjadi sikap superior yang arogan.  

Bagi Adler, tujuan hidup tidak hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga kontribusi sosial. Ia menekankan pentingnya social interest, yaitu rasa memiliki dan bekerja sama dengan komunitas. Kepribadian setiap orang terbentuk dari gaya hidup unik yang dibangun sejak masa kecil, dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, dan bahkan urutan kelahiran. Anak sulung, tengah, atau bungsu akan membawa dinamika berbeda dalam cara mereka menempatkan diri di dunia.  

Teori Adler mengajarkan bahwa kesehatan mental bukan sekadar bebas dari masalah, melainkan kemampuan untuk merasa berharga, berguna, dan terhubung dengan sesama. Hidup menjadi perjalanan mengatasi rasa kurang, menuju kesempurnaan yang tidak egois, melainkan bermakna bagi orang lain.

Tidak ada komentar: