Minggu, 20 Januari 2008

Sekarang Zamannya Mereka


Jadi teringat beberapa waktu yang lalu ketika saya berkunjung ke sebuah tempat yang dulu jadi markas saya aktu masih di kampus, yakni: BEM UNJ. Kadang kita merasa bahwa masa kita adalah yang terbaik. Hal itu yang kerap saya rasakan ketika melihat adik-adik kelas yang masih aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Sebutlah di BEM UNJ, walau LPJ kami ditolak tapi kami merasa kami tetap yang terhebat. Jujur, kami meresa bahwa kamilah yang terhebat. Dan masa ketika kami beraktivitas adalah masa terindah dan menjadi salah satu bagian yang tak terlupakan dalam hidup. Kami menjadi saudara seperjuangan yang terus Allah jaga ukhuwahnya sampai sekarang.


Contohnya hari ini, ketika saya datang ke BEM UNJ untuk berbincang mengenai Pilkada DKI saya melihat beberapa orang adik sedang mencoba membuat bunga yang rencananya akan dipakai buat aksi tentang kekerasan di IPDN. Saya melihat yang turun hanya adik-adik yang perempuan saja, sedangkan yang lelaki diam aja. Gak tau karena gak bisa atau kenapa, tapi dulu waktu saya masih di BEM semua pasti akan ikutan nimbrung membantu. Dan sambil iseng saya coba nimbrung bantu bikin bunga, lumayan walau Cuma dapat 3 tapi gak jelek-jelek banget.


Yah, tapi semua masa punya pahlawannya masing-masing. Masa kami telah berlalu dan sekarang adalah masa mereka. Mungkin saja karakter yang seperti merekalah yang saat ini relevan dan pas untuk pengondisian saat ini. Tapi saya termasuk tipe orang yang gak sepakat ketika alasan masa kini berbeda dengan dahulu membuat adik-adik gak mau sharing pengalaman dengan kami yang tua-tua (cie...). Kami punya pengalaman yang bisa kami bagi sebagai pembanding dan pertimbangan dalam melakukan pergerakan. Insya Allah kami akan selalu siap bila adik-adik kami memerlukan bantuan, nasihat atau apapun ini itu, tentunya dengan segala keterbatasan kami.

Malam hari, ketika siangnya seharian di BEM UNJ.

Tidak ada komentar: